You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Loading...
Logo Desa Pendem
Desa Pendem

Kec. Junrejo, Kota Batu, Provinsi Jawa Timur

Pengolahan Limbah Rumah Tangga Menjadi Eco Enzyme Oleh Mahasiswa PMM Kelompok 71 Gelombang 4 Universitas Muhammadiyah Malang Untuk Mengurangi Penumpukan Sampah

Administrator 24 Februari 2025 Dibaca 285 Kali

Kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menjadi wadah untuk terjun langsung ke lapangan dalam rangka pengembangan kegiatan positif pada masyarakat. Salah satu rangkaian kegiatan PMM yang dilakukan oleh kelompok 71 gelombang 4 yaitu mengolah sampah rumah tangga seperti sisa sayuran dan kulit buah menjadi produk yakni Eco Enzyme. Eco Enzyme merupakan cairan serbaguna yang ramah lingkungan dan dihasilkan dari fermentasi sampah organik seperti buah dan sayuran. Kegiatan ini dilaksanakan di salah satu dusun di Desa Pendem, Kecamatan Junrejo, Kota Batu.

Pengolahan limbah rumah tangga bertujuan untuk mengurangi beban sampah organik sampai ke TPA sehingga dapat mengurangi produksi gas metana dan karbondioksida yang tidak sehat untuk bumi. Penumpukan sampah harus ditanggulangi melalui pengelolaan sampah. Eco Enzyme menjadi salah satu alternatif dalam mengolah sampah rumah tangga dikarenakan proses pembuatannya yang mudah, murah, dan multi manfaat.

Kegiatan pembuatan Eco Enzyme kali ini kami didampingi oleh salah satu relawan Eco Enzyme Kota Batu yaitu ibu Enik Sukowati serta ketua Kelompok Wanita Tani (KWT) Bunga Desa yaitu ibu Siti Afifah. Hasil dari kegiatan ini nantinya akan digunakan oleh para petani anggota KWT yang ada di dusun Pendem sebagai pupuk untuk memperbaiki kondisi tanah. Sehingga dapat dinikmati manfaatnya bersama-sama dalam jangka waktu yang panjang.

Pembuatan Eco Enzyme ini hanya membutuhkan beberapa bahan saja dengan takaran rumus 1 bagian gula (kg), 3 bagian sisa buah dan rempesan sayuran (kg), dan juga 10 bagian air (liter). Sisa buah dan sayuran bisa mencangkup kulit buah, rempesan sayuran, sisa gigitan kelelawar, buah afkir, dan lain-lain. Gula yang digunakan bisa berupa molase atau gula merah yang sudah dihancurkan. Kemudian air yang dipakai bisa didapat dari air keran, air hujan, air buangan AC dan lain-lain. Campurkan semua bahan kedalam wadah yang sudah disiapkan, kemudian diaduk hingga tercampur rata dan difermentasi secara anaerob selama 90 hari.

Eco Enzyme erat kaitannya dengan pertanian yang dibuktikan dengan manfaatnya yaitu menyuburkan tanah karena dapat berfungsi sebagai pupuk, pengusir hama, pestisida, dan perangsang tanaman karena mengandung unsur hara dan mikroorganisme khusus. Selain itu Eco Enzyme ini juga dapat digunakan sebagai agen pembersih rumah, pembersih udara dan air, hingga hand sanitizer. Dengan adanya pembuatan Eco Enzyme, masyarakat telah berpartisipasi dalam mengurangi beban bumi dan juga meminimalisir penggunaan kimia sintetis.

APBDes 2025 Pelaksanaan

Pendapatan
Rp 2.204.829.156,74 Rp 6.183.690.119,00
35.66%
Belanja
Rp 1.935.199.365,00 Rp 7.193.369.266,00
26.9%
Pembiayaan
Rp 0,00 Rp 1.009.679.147,00
0%

APBDes 2025 Pendapatan

Hasil Usaha Desa
Rp 0,00 Rp 12.000.000,00
0%
Hasil Aset Desa
Rp 0,00 Rp 85.000.000,00
0%
Dana Desa
Rp 834.460.200,00 Rp 1.390.767.000,00
60%
Bagi Hasil Pajak Dan Retribusi
Rp 0,00 Rp 1.410.067.867,00
0%
Alokasi Dana Desa
Rp 1.366.778.855,00 Rp 3.285.855.252,00
41.6%
Bunga Bank
Rp 3.590.101,74 Rp 0,00
100%

APBDes 2025 Pembelanjaan

Bidang Penyelenggaran Pemerintahan Desa
Rp 796.026.065,00 Rp 2.855.489.432,00
27.88%
Bidang Pelaksanaan Pembangunan Desa
Rp 583.312.000,00 Rp 1.744.021.139,00
33.45%
Bidang Pembinaan Kemasyarakatan Desa
Rp 356.561.300,00 Rp 1.653.106.903,00
21.57%
Bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa
Rp 148.000.000,00 Rp 685.551.792,00
21.59%
Bidang Penanggulangan Bencana, Darurat Dan Mendesak Desa
Rp 51.300.000,00 Rp 255.200.000,00
20.1%